Bojonegoro – Partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan desa terus menunjukkan peningkatan, terutama melalui pemanfaatan media sosial. Hal ini terlihat dari banyaknya laporan yang disampaikan warga terkait pelaksanaan program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025.
Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (LSM PIPRB) mencatat puluhan aduan yang masuk dari berbagai wilayah desa di Bojonegoro. Laporan tersebut mayoritas disampaikan melalui platform digital, mencerminkan semakin terbukanya ruang aspirasi publik di era saat ini.
Ketua LSM PIPRB, Manan, menyampaikan bahwa pihaknya menerima setidaknya 42 aduan yang mengarah pada dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.
“Kami melihat adanya pola laporan yang hampir seragam. Namun demikian, semua informasi tetap harus diverifikasi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru,” jelasnya.
Menurutnya, proses klarifikasi dan pengecekan di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan validitas setiap laporan. Pendekatan ini dilakukan agar hasil yang diperoleh tetap objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, dukungan masyarakat di media sosial juga cukup besar. Sejumlah warganet menyampaikan harapan agar pengawasan terhadap program pembangunan dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Fenomena ini menjadi gambaran bahwa masyarakat semakin peduli terhadap penggunaan anggaran publik. Namun demikian, semua pihak diharapkan tetap mengedepankan asas kehati-hatian dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.
LSM PIPRB menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, dengan tetap menjunjung prinsip berimbang dan tidak menghakimi sebelum adanya bukti yang jelas.
Selain itu, pemerintah desa juga diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka apabila terdapat pertanyaan dari masyarakat, sehingga tercipta komunikasi yang sehat dan konstruktif.
Melalui sinergi antara masyarakat, lembaga pengawas, dan pemerintah, diharapkan setiap program pembangunan desa dapat berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di Kabupaten Bojonegoro. (Red)