Asap Pembakaran Jubung Arang Dikeluhkan Warga Ngambon, Masyarakat Berharap Ada Penanganan dan Klarifikasi Pengelola
BOJONEGORO, — Aktivitas produksi arang di wilayah Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian setelah muncul keluhan warga terkait asap yang diduga berasal dari pembakaran arang menggunakan jubung atau oven pembakaran.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, sejumlah warga mengeluhkan asap yang muncul ketika beberapa jubung arang dinyalakan secara bersamaan. Kondisi tersebut disebut membuat warga merasa tidak nyaman, bahkan ada yang mengaku mengalami sesak napas saat asap menyebar ke lingkungan sekitar.
Warga berharap persoalan tersebut mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Mereka menginginkan aktivitas usaha produksi arang dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat serta dampak lingkungan di sekitarnya.
Salah seorang warga, yang identitasnya tidak dipublikasikan demi menjaga privasi, menyampaikan bahwa masyarakat merasa sungkan untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemilik usaha. Karena itu, warga berinisiatif meminta bantuan awak media untuk melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola pabrik arang.
“Warga berharap ada solusi agar asap dari pembakaran arang tidak mengganggu pernapasan dan kenyamanan masyarakat,” demikian inti keluhan yang disampaikan kepada awak media.
Berdasarkan foto dokumentasi bertanggal 15 Oktober 2026, terlihat sejumlah bangunan berbentuk kubah yang diduga digunakan sebagai tempat pembakaran arang di wilayah Sengon, Kecamatan Ngambon. Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan tingkat pencemaran udara maupun kepatuhan usaha terhadap ketentuan lingkungan hidup.
Pengelola Diharapkan Memberikan Klarifikasi
Awak media berupaya memperoleh penjelasan dari pihak pemilik atau pengelola usaha terkait sumber asap, proses pembakaran, langkah pengendalian emisi, serta upaya yang dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap warga sekitar.
Hingga berita ini disusun, awak media belum menerima klarifikasi dari pihak pengelola mengenai keluhan tersebut. Dengan demikian, penyebab, tingkat dampak, serta langkah penanganan yang telah dilakukan masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Media tetap membuka ruang bagi pemilik atau pengelola usaha untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi guna menjaga pemberitaan yang berimbang.
Pemerintah Diminta Turun Tangan
Warga berharap pemerintah desa, pemerintah Kecamatan Ngambon, serta instansi yang membidangi lingkungan hidup dapat menindaklanjuti keluhan tersebut sesuai kewenangan masing-masing.
Pemeriksaan lapangan dan penilaian teknis diperlukan untuk mengetahui apakah asap dari proses produksi menimbulkan gangguan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Jika ditemukan persoalan, penanganan diharapkan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, pelaku usaha juga diharapkan memperhatikan pengelolaan asap hasil pembakaran, keselamatan kerja, serta kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi produksi.
Persoalan ini bukan dimaksudkan untuk menghambat kegiatan usaha masyarakat, melainkan mendorong agar kegiatan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan hak warga untuk memperoleh udara yang layak.
Cakra wartanews.my.id akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan memantau perkembangan persoalan ini demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta mengedepankan kepentingan publik.
Catatan redaksi: Keluhan sesak napas dalam berita ini merupakan keterangan warga dan belum didukung pemeriksaan medis atau hasil uji kualitas udara. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum dilakukan verifikasi oleh pihak berwenang.