BANYUMAS – Sebuah insiden kericuhan dilaporkan terjadi di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banyumas.
Peristiwa tersebut melibatkan sejumlah massa aksi dan Kepala Desa Purwasaba yang mengaku mengalami tindakan kekerasan saat berada di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan media yang telah menayangkan peristiwa tersebut, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan ketika hendak meninggalkan lokasi aksi.
Menurut keterangannya, kericuhan bermula dari aksi sejumlah massa yang menyampaikan keberatan terhadap proses penjaringan perangkat desa.
Massa disebut meminta agar proses seleksi tersebut dibatalkan karena salah satu pihak yang mereka dukung tidak lolos dalam tahapan seleksi.
Namun pihak pemerintah desa menyatakan bahwa proses penjaringan perangkat desa telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.
Dalam kejadian tersebut, Hoho Alkaf mengaku sempat mengalami tindakan kekerasan dari sejumlah orang yang berada di lokasi aksi.
Ia menyebutkan bahwa kacamata yang dikenakannya pecah dan pakaian yang digunakan juga mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut juga menarik perhatian masyarakat luas, termasuk di media sosial.
Sebagian warganet memberikan berbagai tanggapan terkait insiden tersebut, khususnya mengenai pentingnya proses seleksi perangkat desa yang dinilai transparan dan sesuai aturan.
Sementara itu, Kepala Desa Purwasaba menyampaikan bahwa dirinya mempertimbangkan untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak berwenang guna mendapatkan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak aparat keamanan terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak yang berkaitan dengan peristiwa ini guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga situasi yang kondusif serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi di tengah masyarakat.
(Red)